Rahasia Tarik Tunai di ATM, Saldo Rp1 Juta Bisa Tarik Rp4 Juta

0 Follow @romel_tea
Rahasia Tarik Tunai di ATM
Rahasia Tarik Tunai di ATM Melebihi Saldo. Misalnya, Saldo Rp1 Juta Bisa Tarik Rp4 Juta.

Semoga bermanfaat bagi yang kepepet sekali (hanya bila terpaksa sekali krn ini dosa).

Cara menarik uang melebihi saldo di ATM ini ditemukan tidak sengaja 2 hari lalu oleh seorang teman (nasabah). Ikuti panduan ini dengan cermat dan teliti.
 
TAHAPANNYA
SALDO TINGGAL Rp 1JUTA, BISA DIAMBIL Rp 4JUTA.

Caranya sebagai berikut:
1. Masukkan kartu ATM anda ke mesin ATM.
2. masukkan kode pin anda.
3. lalu tekan tarik tunai.
4. pilih nominal Rp1juta

Kemudian mesin ATM akan mulai bunyi menghitung. Pada saat mesin ATM menghitung segera tekan ENTER sebanyak uang yang anda inginkan keluar (maksimal 4x).

Sebagai contoh :
Saat anda pertama kali pilih nominal 1 juta maka:
Jika di enter 2x pada saat mesin sedang menghitung maka akan keluar 2jt.
Jika di enter 3x maka akan keluar 3jt.
Jika di enter 4x maka akan keluar 4jt.

Trik ini berhasil dan dialami teman saya dalam mimpinya, dua hari lalu. :)

Jangan serius banget deh bloggingnya. Ini sumbernya dari Facebook yang saya temukan di laman Warung Kopi Okezone.*

Bolehkah Melihat Gerhana Matahari secara Langsung Tanpa Alat?

0 Follow @romel_tea
Melihat Gerhana Matahari
Ketika matahari belum masuk fase total, masyarakat disarankan melihat gerhana matahari di atas bayangan air. Setelah masuk tahap gerhana total,  dibolehkan untuk melihat secara langsung.  

BOLEHKAH Melihat Gerhana Matahari secara Langsung tanpa Alat? Dengan mata telanjang gitu. Itu pertanyaan saya sebagai orang awam.

Hasil Googling, intinya TIDAK BOLEH karena berbahaya buat mata, kecuali dengan menggunakan alat.

Namun, khusus gerhana matahari Rabu 9 Maret 2016, menurut pakar, kita BOLEH MELIHAT secara langsung, tanpa alat, dengan mata telanjang.

MITOS 
BBC Indonesia menurunkan laporan tentang mitos dan realitas seputar gerhana matahari.

Disebutkan, ketika Gerhana Matahari Total melintasi wilayah Jawa, Sulawesi, dan Papua pada 1983, pemerintah Suharto saat itu melarang masyarakat untuk melihat gerhana secara langsung karena dianggap dapat menimbulkan kebutaan.

Mitos tentang gerhana menjadi cerita rakyat Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi terutama di Jawa dan Bali.

Dongeng tentang Batara Kala (seringkali digambarkan sebagai raksasa) menelan Matahari dan Bulan yang menyebabkan keduanya menghilang, lalu muncul kembali setelah dimuntahkan.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin mengatakan, fenomena gerhana ini tak lepas dari mitos tradisional itu dan mitos modern bahwa akan membuat mata buta.

Menurut Thomas cahaya matahari ketika gerhana dan sehari-hari sama bahayanya, jadi disarankan hanya melihat secara sekilas saja.

"Tidak boleh terlalu lama karena bisa membahayakan mata, terutama ketika proses gerhana terjadi, tetapi ketika fase total justru aman untuk mata," jelas Thomas.

Dia meyarankan agar masyarakat yang ingin melihat gerhana menggunakan kacamata matahari yang bisa meredupkan cahaya matahari 100.000 kali. Alat lain yang dapat dipakai yaitu kacamata hitam, bisa membantu meredupkan cahaya matahari, kaca dengan jelaga, atau disket.

"Atau bekas film rontgen dan fotografi itu bisa digunakan untuk melihat proses gerhana itu harus hati-hati dan tidak bisa terlalu lama,” jelas Thomas.

Menurut Thomas, gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 unik dari segi aspek lintasan dan lebih banyak dinikmati di dataran dibandingkan peristiwa yang sama sebelumnya. Seluruh proses gerhana matahari akan terjadi pada pagi hari sekitar 2-3 jam, fase totalnya hanya sekitar 1,5- 3 menit.

TIDAK BOLEH 
Kompas Tekno menurunkan laporan, gerhana matahari tidak boleh dilihat langsung karena ada bahaya tersembunyi.

Memang, matahari saat gerhana bisa lebih "nyaman" dilihat karena seolah meredup. Namun, justru di sinilah letak bahayanya.

Bagian retina mata yang berfungsi mengubah cahaya menjadi sinyal listrik ke otak inilah yang rentan rusak terkena cahaya berlebih.

Apabila ingin melihat langsung dengan mata, gunakan kacamata khusus yang dirancang untuk melihat gerhana.

Jangan memakai kacamata hitam biasa karena cahaya matahari yang menembus masih terlalu kuat.

BOLEH DILIHAT
Laman Liputan6 menurunkan laporan yang menggembirakan. Disebutkan, ada pengecualian untuk fenomena gerhana matahari yang terjadi pada 9 Maret 2016.

Menurut peneliti gerhana dari Universitas Waterloo Kanada, Prof. B. Ralph Chou, di blog pribadinya, gerhana matahari yang terjadi di Indonesia pada Maret adalah gerhana matahari total, yakni gerhana matahari yang 100% tertutup oleh bulan sehingga sangat aman untuk dilihat langsung oleh mata.

Namun, periode ini terjadi dengan sangat singkat dan memang jarang terjadi.

Kendati demikian, gerhana matahari total memiliki fase, yakni:
  • Fase gerhana matahari cincin
  • Fase gerhana matahari sabit
  • Fase gerhana matahari sebagian. 
Pada fase-fase tersebut, sangat tidak disarankan untuk melihat langsung matahari tanpa menggunakan alat khusus dalam rentang waktu yang lama. 

Oleh karena itu, bagi yang tidak memiliki alat khusus ketika matahari belum masuk pada fase total, masyarakat awam disarankan untuk melihat fenomena gerhana di atas bayangan air. Setelah memasuki tahap gerhana matahari total, Anda dibolehkan untuk melihat secara langsung.

Sumber:
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160306_iptek_gerhana_matahari
http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/03/07/mengapa-gerhana-matahari-total-tak-boleh-dilihat-dengan-mata-telanjang-ini-penjelasannya
http://citizen6.liputan6.com/read/2411591/kenapa-gerhana-matahari-total-di-ri-boleh-dilihat-langsung

Cara Menulis Berita yang Benar sesuai dengan Kaidah Jurnalistik

1 Follow @romel_tea
jurnalistik
Cara Menulis Berita yang Benar sesuai dengan Kaidah Jurnalistik mengacu pada formula 5W+1H, Piramida Terbalik, dan Bahasa Jurnalistik.

MENULIS berita merupakan keterampilan utama wartawan dan praktisi Humas. Wartawan menulis berita untuk medianya. Demikian juga praktisi Humas.

Namun, kita sering melihat perbedaan mencolok antara kualitas berita yang ditulis wartawan profesional dan staf Humas, terutama di bagian teras (lead) --bagaian terpenting dalam berita setelah judul (headline).

Mari kita simak contoh teras berita yang dibuat staf Humas sebuah instansi pemerintah berikut ini:

Bandung, 25/02/2016. Bertempat di Hotel Nexa, acara Koordinasi Pengelola Teknologi dan Informasi, acara dilaksanakan pada 24-27 Februari 2016. Peran TIK dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Humas dan Informasi Publik, memegang peranan yang sangat penting dalam Melaksanakan komunikasi dan pemberitaan, analisis opini publik, pengumpulan, penyajian, pemukhtahiran dan penyampaian informasi dalam rangka KIP, keprotokolan, dan hubungan antar lembaga negara.

Jika ditulis dengan benar --sesuai dengan kaidah jurnalistik, maka teras berita tersebut ditulis sebagai berikut:
 

[Nama Lembaga] mengadakan Koordinasi Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Hotel Nexa [Nama Kota] 24-27 Februari 2016. 

Bagian berikut ini adalah opini penulis berita karena tidak menyebutkan sumber:

Peran TIK dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Humas dan Informasi Publik, memegang peranan yang sangat penting dalam Melaksanakan komunikasi dan pemberitaan, analisis opini publik, pengumpulan, penyajian, pemukhtahiran dan penyampaian informasi dalam rangka KIP, keprotokolan, dan hubungan antar lembaga negara.

Segitu aja dulu bahasan kita tentang  Cara Menulis Berita yang Benar sesuai dengan Kaidah Jurnalistik.

Catatan:
  • 5W+1H = What (Apa), Who (Siapa), Where (Di Mana), When (Kapan), Why (Kenapa), How (Bagaimana)
  • Kaidah Jurnalistik = teknik, etika, dan prinsip penulisan berita
  • Bahasa Jurnalistik = bahasa media, bahasa pers, bahasa yang biasa digunakan wartawan berciri khas ringkas, lugas, efektif, hemat kata.


Koordinasi Pengelola TIK Balitbang Kementan RI

Koordinasi Pengelola TIK Balitbang Kementan RI

0 Follow @romel_tea

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang Kementan) menggelar koordinasi pengelola teknologi informasi dan komunikasi di Hotel Nexa Jl. Supratman Bandung Kamis (25/2/2016).

Salah satu materi yang dibahas adalah tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi efektif diseminasi hasil litbang pertanian.

Materi strategi media sosial disampaikan praktisi media dari Bandung Asep Syamsul M. Romli.

Pria yang akrab disapa Kang Romel ini mengatakan, situs web merupakan sentral manajemen media sosial.

"Website merupakan hub. Media sosial menyebarkan atau mendistribusikan konten web sekaligus mendorong trafik kunjungan ke web," ujarnya.

Menurut Romel, secara teknis mengelola media sosial dan website tidak jauh berbeda. Admin harus menguasai teknik menulis untuk media online, punya kemampuan multimedia, dan sebagainya.

To be continued.....